Alur Mondar Mandir Acakadul


The older I get the less people I trust.

Mungkin pernyataan itu ada benarnya buat saya. Semakin tua berarti semakin dewasa, begitulah seharusnya. Semakin dewasa maka cara berpikir pun semakin luas. Semakin dewasa semakin banyak orang dikenal. Dan ketika berinteraksi dengan banyak orang, maka jalan berpikir kitapun mulai ‘diadu’. Seberapa lihai kita bisa menanggapi atau memahami suatu hal dan seberapa besar toleransi kita dalam menerima perbedaan dari setiap pikiran yang ada.

Ketika berinterkasi, kita mulai bisa menilai dan menerka orang. Tentu, dengan memformulasikan pengetahuan serta pengalaman (bertemu orang) yang selama ini sudah didapat. Selektif dalam memilih orang secara gak sadar kita lakukan. Tentu, anda tak mau kan salah bergaul? Atau salah memilih teman? Dikatain pilih-pilih teman? Biarin aja, bagi saya teman itu sudah automatic-filtering di kehidupan kita. Kita tidak memilih secara langsung namun sebutlah kata hati yang memilihnya. Nah, itu artinya pilih-pilih teman kan? Apa? Masih enggak? Yah terserahlah, definisi kita mungkin berbeda.

Lalu, apa hubungannya tua, dewasa, orang, teman, dan satu kata ‘percaya’? Nah, menurut pengetahuan saya, kedewasaan setelah semakin tuanya seseorang dalam berinteraksi seperti mencari teman, dia akan terus mencoba menemukan hal terbaik dan terburuk dari hasil pengamatan yang tak biasa (kehidupan yang dijalani tanpa rekayasa).

Seiring waktu ketika interaksi berisi cerita, canda tawa, kesenangan dan kesedihan, suka duka, kebohongan dan kejujuran, pada saat tingkatan ituah kita mulai menilai bagaimana paras sesungguhnya seseorang yang anda kenal. Ada yang pernah bilang, tidak ada orang yang berubah, yang ada hanyalah semakin menunjukkan jati dirinya. Yah, tergantung anda menilainya.

Orang atau teman yang tak baik (secara sifat) bukan berarti musuh loh, malah kadang kita harus tetap berinteraksi dengan orang-orang tersebut. Kenapa? Alasan utamanya adalah karna kita juga belum tentu juga baik, sederhana saja. HAHA, ya karena bersosialisasi itu baik, pada siapa saja. Tapi untuk orang-orang spesial dihidup anda, belum tentu!

Sesuai judulnya, cerita ini mondar mandir acakadul gak karuan, karena memang pada saat menulisnya juga dalam kondisi yang tidak strategis, penuh desakan (bukan BAB), dan disponsori oleh salah satu akun di twitter yang mem-posting pernyataan itu tadi yang kemudian kepikiran ‘ih.. ini gue banget!!!‘.

Intinya, ketika anda tau orang sudah menunjukkan gelagat tak baik, anda akan mencoba menjauhi tapi tetap berhubungan baik (jika terpaksa harus bertemu). Oleh karna itulah, semua orang yang anda kenal akibat interaksi setelah terjadinya pengamatan tak biasa  yang kemudian telah melewati automatic-filtering di dalam pikiran dan kehidupan dan menjadikan anda mengurangi rasa kepercayaan anda kepada orang. Trus kalo semakin sedikit orang yang dipercaya? Ya berarti memang orang yang terpercaya itu sedikit di dunia. Ah masak? Lah, buktinya ini…

Hahahhaa becanda deng, pasti akan ada orang yang anda percaya nantinya, walaupun sedikit tapi sangat berharga. Lebih baik sedikit orang namun baik daripada banyak namun menyakiti, begitukan? Asiiiiik. Hal ini tentunya diperkuat kalo kata hati kita sendiri memang baik dan kita merasa menjadi orang baik dalam hal ini.

Sebenarnya tema ceritanya adalah hidup itu pilihan. Semua kembali pada pilihan. Pilihan untuk mempercayai pengalaman cerita ini, atau tidak. Lah, gitu? yaiyalah, emang mau gimana?

Kembalilah pada kenyataan manusia haruslah percaya kepada tuhannya, Allah SWT. Kalo kita yakin dan percaya kepada-Nya, dengan senang hati Sang Kuasa akan dengan senang hati memberikan orang-orang terbaik dan terpecaya di sekeliling kita. Itu saja. Nikmati kehidupanmu, jangan percaya tahayul, percaya sama Allah, cari teman terbaikmu, dan bersyukurlah atas nikmat dan cobaan. Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s